Mencari format media baru

The Green Media
Perkembangan industri media massa khususnya media cetak ditengah perkembangan teknologi informasi ternyata tidak menyurutkan tumbuhnya pemain-pemain baru dengan konsep uniknya masing-masing.

Selain itu tumbuhnya pembaca yang kaitannya erat dengan pertumbuhan penduduk dan minat baca atau kebutuhan informasi juga mendorong tumbuhnya permintaan media cetak. Bila dicermati dari sisi pertumbuhan industri media maka hal ini adalah angin segar walaupun juga akan memperketat persaingan memperoleh prosi iklan.
Namun, bagai buah simalakama, karena pertumbuhan media cetak yang pesat ini maka berakibat pada meningkat drastisnya permintaan akan kertas.
Hal ini tentu akan berakibat langsung terhadap kelestarian hutan sebagai penyedia bahan bakunya. Kontradiktif, mungkin itu kata yang paling tepat terhadap aktivitas yang banyak digemborkan di tahun 2008, yaitu giatnya penanaman pohon yang konon mencapai 100 juta pohon baru. Hingga saat ini, total volume permintaan bahan baku kertas nasional mencapai 220 Trilliun, yang berdasarkan data bahwa konsumsi kertas perkapita mencapai 22 kg di tahun 2002 diluar kertas untuk media.
Bisa dibayangkan penyediaan bahan bakunya yang bisa saja kegiatan di tahun 2008 lalu menjadi sia-sia di 5-10 tahun ke depan. Upaya lebih keras harus dilakukan sebagai penyeimbangan agar upaya penghijauan kembali hutan kita tidak menjadi sia-sia karena adanya kepentingan ekonomi di 5-10 tahun kedepan.
Dilakukannya penyegaran hutan adalah upaya penghijauan dengan penambahan supply pohon namun kita juga melakukan pengurangan secara signifikan pertumbuhan permintaan kertas, sehingga kelestarian hutan sangat terjaga.

Partisipasi
Partisipasi media dalam ikut dalam kampanye besar pelestarian lingkungan dengan gerakan penanaman pohonnya menjadikan isu tersebut sangat terasa gaungnya dimana-mana. Langkah yang telah dilakukan para media dalam mengembangkan media onlie via web maupun mobile sudah tepat yaitu tetap berupaya meningkatkan agregat pembacanya dengan media alternative yang lebih bersahabat dengan alam. Aplikasi tersebut memungkinkan penambahan pembaca secara langsung melalui akses via internet atau web dan mobilenya yang kemudian e- readernya, dimana hal tersebut selain murah dari sisi biaya produksi dan distribusinya namun juga tidak menggunakan kertas sehingga dapat dikatagorikan sebagai media hijau yang kami namakan Green Media.
Kampanye Green Media ini bila akan berhasil harus dilakukan secara simultan dan memiliki frekuensi yang rapat dengan jangkauan nasional. Kampanye ini akan berhasil dengan kerja sama semua pihak yang terlibat khususnya media massanya itu sendiri sehingga istilah tersebut akan lebih popular kedepannya.
Penggunaan istilah Green Media ini dilakukan untuk membangkitkan rasa atau menggugah pembaca bahwa konsumsi berita melalui media dalam platform ini berarti juga berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan atau dapat juga dikatakan berpartisipasi dalam pengurangan deforestisasi. Dengan istilah ini maka ikatan batin pembaca akan lebih erat dan menimbulkan rasa bangga dalam partisipasi kegiatan positif tanpa media massa cetak kehilangan kesempatannya dalam menambah agregat pembacanya dengan tetap mempertahankan pendapatan sektir iklannya.

media